TIGA GOLONGAN KEADAAN ORANG YANG MENGERJAKAN SHALAT

 on Sabtu, 03 Januari 2015  


Keadaan di zaman kita hidup sekarang ini sungguh sangat memprihatinkan, membuat mata dan hati menangis . Masjid begitu banyak tapi kosong jamaah shalatnya. Hanya berapa persen dari jumlah manusia disekitar masjid yang mau menghidupkan masjid. 

Lihatlah keadaan ini atau mungkin keadaan ini menimpa diri kita, lihatlah keadaan seseorang dalam mengerjakan shalat. 
Tiga golongan keadaan orang yang mengerjakan shalat:
  •  Orang yang tidak shalat, tidak pernah ruku’ dan tidak pula pernah sujud baik dikala siang maupun malam. Ia sudah lupa akan tujuan keberadaannya di dunia ini. Dunia menjadikannya buta. Hatinya telah menjadikan dunia sebagai tujuannya, seolah olah ia kekal didalamnya.

  •  Orang yang suka mengakhirkan waktu atau bahkan tidak peduli dengan waktu shalat, lebih suka berbaring diatas kasur terbuai dalam mimpi, lebih suka dengan kesibukan aktifitas hingga shalat terlalaikan.  Jika terbangun dari tidur baru shalat, jika selesai dari bermain baru shalat. Jika selesai pekerjaannya baru ia shalat, begitu mudahnya mengakhirkan waktu shalat seolah-olah itu sudah menjadi kebiasaan kesehariannya.

Apakah sudah lupa dengan firman-firman Alloh?

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (٤) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاتِهِمْ سَاهُونَ (٥ 
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
(QS. Al-Maa’un : 4-5)

Seorang karyawan dari sebuah perusahaan dan sudah menjadi peraturan yang telah ditetapkan dengan jelas bahwa waktu masuk adalah pukul 07:00. Namun, sorang karyawan datang pada pukul 10:00 kemudian berpapasan dengan pemimpin perusahaan pasti ia akan menundukkan kepalanya karena malu atas keterlambatannya. 

Di hari yang kedua ternyata ia datang terlambat lagi maka pasti ia akan di panggil pimpinannya untuk diberi peringatan bahwa jam masuk kehadiran adalah pukul 07:00. Apabila keterlambatannya terus berulang kali atau bahkan setiap hari datang terlambat dan tidak pernah memperhatikan kedisiplinan waktu pasti akan diberikan sangsi berat mulai dari potong gaji hingga dikeluarkan dari perusahaan tersebut. 

Ini merupakan akibat yang dialami sorang karyawan pada sebuah perusahaan dari berbagai macam perusahaan-perusahaan di dunia. 
Lalu, Bagaimana dengan orang-orang yang terlambat melaksanakan ketaatan kepada Rabb Semesta Alam? 
Bagaimana dengan orang-orang yang shalat?

  • Orang yang bermalas-malasan menghadiri shalat

Tidak akan pergi ke masjid kecuali setelah mendengar iqomah. Selalu menghadiri shalat jamaah setelah imam bangkit untuk rakaat ke dua atau ke tiga. 
Apakah sudah lupa dengan firman alloh?

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan
(QS. Al-Maidah : 48)

أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ (٦١ 
mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.
QS. Al-Mu’minuun : 61

Lihatlah diri kita, jangan melihat orang lain.

Termasuk manakah diri kita?

Segeralah perbaiki amal di sisa umur kita.


Semoga Alloh memberikan kepada kita kemudahan untuk melaksanakan ketaatan.

Klik Tombol Print atau Pdf untuk ambil artikel Print Friendly and PDF
TIGA GOLONGAN KEADAAN ORANG YANG MENGERJAKAN SHALAT 4.5 5 Juli anto Sabtu, 03 Januari 2015 Keadaan di zaman kita hidup sekarang ini sungguh sangat memprihatinkan, membuat mata dan hati menangis . Masjid begitu banyak tapi kos...


Copyright © Semangat Belajar. All Rights Reserved.Theme by CB Design