BAB 1 : KALIMAT THAYYIBAH AQIDAH KELAS 3 SEMESTER I

 on Jumat, 21 Juni 2013  



Anak-anak kalian tentu senang, sekarang sudah duduk di kelas 3? Dikelas 3 kamu akan diajari tentang kalimat tayibah. Kata toyib artinya baik. Ayo siapa yang tahu apa arti tayibah itu. Kalimat thayyibah  adalah kalimat yang mempunyai makna mensucikan dan mengagungkan asma (nama) Allah. Siapa yang sering mengucapkan kalimat tayibah maka akan mendapat pahala dan disayang Allah.

Kalimat Thayyibah

Rasulullah menyukai umatnya yang berkata baik. Seseorang yang terbiasa berkata baik berarti menunjukkan ia mempunyai akhlak yang terpuji atau akhlaq mahmudah.Seseorang yang terbiasa berbicara kotor dan suka memaki berarti menunjukkan ia mempunyai akhlak yang tercela atau akhlaq mazmumah.

Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

الكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ
Artinya: Kalimat thayyibah itu adalah sedekah (H.R: Bukhari)

 Apakah kalimat thayyibah itu?

Kalimat thayyibah ialah kata-kata yang mengandung arti mengagungkan Allah.
Seseorang yang terbiasa mengucap kalimat thayyibah dalam kondisi apapun baik senang ataupun susah akan disayang Allah. Kalimat thayyibah itu di antaranya bacaan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir.

Katimat thayyibah سُبْحَانَ الله dan مَا شَاءَ الله

a. سُبْحَانَ الله
سُبْحَانَ الله Artinya: Maha suci Allah
Subhanallah disebut juga bacaan tasbih.

Zat yang paling suci di alam semesta ini hanyalah Allah, maka sesuai dengan artinya, kalimat ini mengandung makna penyucian nama dan Zat Allah. Nama Allah harus tetap suci dari segala bentuk kemusyrikan dan kekurangan. Karena Allah-lah pemilik segala kesempurnaan. Semua yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah, memuji kebesaran Allah, Firman Allah:

يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

Artinya: Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih  kepada Allah. Maharaja, Yang  Maha Suci, Yang Maha perkasa,Maha Bijaksana. (Q.S. Al-Jumu'ah: 1)

Harus kita yakini dengan keyakinan yang kuat bahwasanya Allah tidak sama dengan makhluk-Nya. Kita tidak boleh memikirkan bagaimana bentuk Allah, apakah Allah mempunyai tangan, kaki, wajah, dan lain-lain. Yang harus kita lakukan hanyalah meyakini Allah itu ada, melalui tanda-tanda kebesaran-Nya yaitu seluruh alam semesta ini.Kita meyakini nama-nama Allah dan sifat-Nya yang terdapat di dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits.

Dengan mengucap kalimat tasbih kita akan selalu ingat kebesaranAllah. Alam yang ada disekitar kita seperti gunung yang menjulang tinggi, lautan nan luas dan langit adalah sebuah tanda yang menunjukkan tanda  kebesaran Allah. 

b. مَا شَاءَ الله
Setiap hari pasti kita pernah mendapatkan suatu kejadian yang baik dan mengagumkan, adapula kejadian yang buruk atau tidak baik.Allah menciptakan segala sesuatu itu bepasang-pasang. Ada yang baik ada yang jahat, ada orang pintar ada orang bodoh, ada orang kaya dan ada orang miskin dan seterusnya.Maka agar kita dapat selalu menjaga lisan kita dari perkataan kotor dan mencela, hendaknya jika kita melihat sesuatu hal yang tidak baik ucapkanlah مَا شَاءَ الله
مَا شَاءَ الله Artinya atas kehendak Allah
Bila mendapati hal-hal yang tidak baik, misalnya ada pelajar yang tawuran ada orang yang suka curang, mencuri, menipu, dan lain-lain ucapkan “Masya AIlah". Maksudnya segala peristiwa yang ada di dunia ini terjadi atas kehendak Allah semata. Jangan lupa kita harus selalu bersyukur karena Allah memberi hidayah untuk menghindari perbuatan yang tidak baik yaitu perbuatan yang dilarang. Apabila kita mendapatkan seseorang yang masih melakukan perbuatan yang tidak baik, berarti dia belum mendapatkan hidayah dari Allah.
Rasulullah bersabda:
عَنْ اَبِيْ سَعِيْدِ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ قَالَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإيْمَانِ (روه المسلم)
Arrinya: “Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran, ubahlah (kemungkaran itu ) dengan tangan ( kekuatan mu ). Jika tidak mampu (mengubahnya dengan tangan), (ubahlah) dengan ucapanmu. Jika tetap tidak mampu (mengubahnya dengan ucapan), (ubahlah) dengan hatimu. Itulah selemah-lemahnya iman”.(HR. Muslim dari Abu Said)
Jadi, kita boleh untuk mencegah suatu kemungkaran atau sesuatu yang tidak baik. Contohnya: ada sesorang yang akan mencuri buah apel di kebun kemudian kamu melihatnya maka kamu boleh melarangnya atau menegurnya supaya dia tidak mencuri. Namun apabila kamu tidak berani maka harus kita tanamkan dalam hati kita bahwa perbuatan mencuri itu tidak baik dan dilarang.
Dengan membiasakan diri mengucapkan “Masya Allah” ketika melihat hal-hal yang negatif, akan menyadarkan kita betapa Allah Maha Kuasa di atas segalanya dan mampu bertindak apa saja kepada hamba-hamba-Nya yang ingkar.
BAB 1 : KALIMAT THAYYIBAH AQIDAH KELAS 3 SEMESTER I 4.5 5 Juli anto Jumat, 21 Juni 2013 Anak-anak kalian tentu senang, sekarang sudah duduk di kelas 3? Dikelas 3 kamu akan diajari tentang kalimat tayibah. Kata toyib artiny...


Copyright © Semangat Belajar. All Rights Reserved.Theme by CB Design