3 KUNCI MERAIH KEBAHAGIAAN

 on Minggu, 29 Oktober 2017  


Ada kunci meraih kebahagian
1.    Apabila diberi, dia bersyukur
Sesungguhnya para Nabi adalah manusia yang paling banyak bersyukur kepada Alloh subhanahu wata’ala.

Alloh berfirman tentang nabi Nuh

ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا
(yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.
QS. Al-Isra’:3


Dan Alloh juga berfirman tentang kekasihNya Nabi Ibrahim

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
( 120 )   Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),

شَاكِرًا لِأَنْعُمِهِ ۚ اجْتَبَاهُ وَهَدَاهُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
( 121 )   (lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus.
QS. An-Nahl 120-121
Dialah yang mensyukuri nikmat-nikmat Alloh.

Siapakah yang paling banyak bersyukur?
Dan siapakah pemimpin paling banyak bersyukur?
Dialah suri tauladan kita Nabi Muhammad shalallohu ‘alaihi wasallam

Dan diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, dia berkata, “Jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat, beliau berdiri hingga kedua telapak kaki beliau merekah,

lalu ‘Aisyah bertanya, ‘Kenapa engkau melakukan semua ini, padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan ampunan bagimu atas dosa-dosa-mu yang telah lalu dan yang akan datang?’

Lalu beliau menjawab,
أَفَلاَ أَكُوْنُ عَبْدًا شَكُوْرًا.
‘Apakah tidak boleh jika aku termasuk hamba yang bersyukur.'”

[3]. HR. Al-Bukhari dalam kitab Tafsiiril Qur-aan, bab Liyagh-fira lakallaahu maa Taqaddama min dzanbika wa maa Taakh-khara, (hadits no. 4837) dan Muslim dalam kitab Shifatul Qiyaamah bab Iktaaril A’maal wal Ijtihaad fil ‘Ibaadah (hadits no. 2820).

2.    Apabila mendapat cobaan, ia bersabar

Kita tau kisahnya Nabi Ayyub, Alloh telah memujinya ketika ia mendapat cobaan penyakit. Nabi Allah Ayyub mendapat cobaan selama delapan belas tahun, Ayyub terus merasakan sakitnya, namun ia tetap sabar sambil mengharap pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا ۚ نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ
Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya).
QS. Shad:44


3.    Apabila berbuat dosa,ia meminta Ampunan

وَاسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّي رَحِيمٌ وَدُودٌ
Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.
QS. Hud:90


Kita memohon kepada Alloh, semoga kita menjadi hamba Alloh yang ketika diberi nikmat akan bersyukur, apabila diberi cobaan akan bersabar, dan apabila berbuat dosa akan meminta ampunan.



Klik Tombol Print atau Pdf untuk ambil artikel Print Friendly and PDF
3 KUNCI MERAIH KEBAHAGIAAN 4.5 5 SB Julian Minggu, 29 Oktober 2017 Ada kunci meraih kebahagian 1.    Apabila diberi, dia bersyukur Sesungguhnya para Nabi adalah manusia yang paling banyak bersyukur ke...


Copyright © Semangat Belajar. All Rights Reserved.Theme by CB Design