TERMASUK MANAKAH HATI KITA? ,MACAM-MACAM HATI

 on Jumat, 12 Juli 2013  

Rasululloh Shallallohu’alaihi wasallam bersabda:

ألا وإن فى الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله ، وإذا فسدت فسد الجسد كله ، ألا وهى القلب ))
 رواه البخارى [ رقم : 52 ] ، ومسلم [ رقم : 1599 ] .
Ingatlah bahwa dalam jasad ada segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya, dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati."
[HR Bukhari no. 52, Muslim no. 1599]

Hati ibarat Raja. Seluruh tubuh adalah pelaksana titah-titahnya. Aktivitasnya tidak dinilai benar jika diniatkan dan dimaksudkan oleh sang hati. Di kemudian hari, hati akan ditanya tentang para prajuritnya. Sebab setiap pemimpin itu bertanggung jawab atas apa-apa yang dipimpinnya. Maka, pembenaran dan pelurusan hati merupakan perkara yang paling utama untuk diseriusi oleh orang-orang yang menuju Allah Ta’ala.

Hati itu bisa hidup dan bisa juga mati. Kaitannya dengan hal itu, hati dapat dikelompokkan mejadi :
  • Hati yang sehat
  • Hati yang mati
  • Hati yang sakit


HATI YANG SEHAT

Hati yang sehat adalah hati yang selamat. Barangsiapa pada hari kiamat nanti menghadap Allah dengan hati yang salim(selamat) akan selamat.  Akan tetapi jika sebaliknya ia datang pada hari kiamat menghadap Allah bukan dengan hati yang sehat, akan celaka.

Allah berfirman :

يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat”.
(QS. Asy Syu’ara: 88-89)

Hati yang selamat adalah hati yang bersih dari dosa dan kesyirikan.

Berkata Sa’id bin Al Musayyab  : Al-Qolbu As-Saliimu ( Hati yang selamat) yaitu Hati yang shahih dan hatinya orang mukmin, karena sesungguhnya hati orang kafir dan orang munafiq itu sakit.
قال الله: { فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ } [البقرة:10]
Artinya: “ Di dalam hati mereka terdapat penyakit” (Qs. Al-Baqarah : 10)

Hati yang selamat di definisikan sebagai hati yang terbebas dari setiap syahwat. Hati yang terbebas dari keinginan yang bertentangan dengan perintah Allah dan dari syubhat, ketidak jelasan yang menyeleweng dari kebenaran. Hati yang selamat senantiasa tunduk dan patuh kepaada Allah dan Rasul-Nya.
Jika ia mencintai, membenci, memberi, dan menhan diri, semuanya ia lakukan karena Allah. Hatinya terikat dengan ikatan yang kuat untuk menjadikan Rasulullah sebagai panutannya, dalam perkataan dan perbuatan. Ia tidak akan berani bersikap lancang.

HATI YANG MATI

Hati yang mati adalah hati yang tidak mengenal siapa Rabbnya, siapa Nabinya. Ia tidak pernah beribadah kepadaNya. Enggan untuk berbuat ketaatan bahkan selalu melanggar perintah Allah Ta’ala. Hati yang mati selalu berjalan berdasarkan hawa nafsu, yang menjadi tujuannya adalah kepuasan akan kenikmatan duniawi, akhirat dilupakan. Ia tidak peduli jalan mana yang ia tempuh, jalan yang membawa kepada murka Allah ia jalani. Ia tidak peduli akan keridhaan atau kemurkaan Allah. Baginya, yang penting keinginan hawa nafsu terpenuhi. Hawa nafsu menjadi pemimpinnya. Seluruh pikirannya ia curahkan pada target-target duniawi. Hawa nafsu telah membuat hatinya mati, menjadikan tuli dan buta terhadap kebenaran.

Bergaul dengan orang yang memiliki hati mati adalah penyakit. Berteman dengannya adalah racun.

HATI YANG SAKIT

Hati yang sakit adalah hati yang hidup namu terdapat penyakit didalamnya. Ia akan mengikuti mana kuat. Kadang-kadang ia berada pada kehidupan, kadang-kadang ia berada pada penyakit. Di dalam hati yang sakit masih terdapat kecintaan, keimanan, keikhlasan dan tawakal kepada Allah, yang semua itu merupakan kehidupan hati.

Di dalam hati yang sakit terdapat juga kecintaan dan ketamakan terhadap syahwat, hasad, kibr dan sifat ujub masih hinggap di dalamnya, dan hal itu merupakan penyebab hati menjadi sakit.  Hati yang sakit ada diantara dua penyeru, penyeru kepada Allah, Rasul dan hari kiamat, dan penyeru kepada duniawi.
Seruan yang akan ia sambut adalah seruan yang paling dekat dan akrab.

Demikanlah, Hati yang pertama hati yang selamat, hati yang hidup, khusyu’, tawadhu’ dan selalu terjaga. Hati yang kedua hati yang gersang dan mati. Hati yang ketiga hati yang dirundung sakit, kadang dekat keselamatan dan terkadang dekat dengan kebinasaan.

Demikianlah saudaraku, mau dibawa kemana hati kita?

“ ya Allah, sesungguhnya kami meminta kepada mu hati yang selamat” 

Maraji’:
  • -          Al-Quran Digital
  • -          Tafsir ibnu katsir
  • -          Maktabah syamilah versi.2
  •    Tazkiyatun Nufus wa tarbiyatuha kama yuqarrirruhu ‘ulama’ as salaf terbitan Pustaka Arafah



TERMASUK MANAKAH HATI KITA? ,MACAM-MACAM HATI 4.5 5 Juli anto Jumat, 12 Juli 2013 Rasululloh Shallallohu’alaihi wasallam bersabda: ألا وإن فى الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله ، وإذا فسدت فسد الجسد كله ، ألا وهى ال...


Copyright © Semangat Belajar. All Rights Reserved.Theme by CB Design