SAUDARAKU, JANGAN KAU RACUNI HATIMU

 on Sabtu, 13 Juli 2013  

“(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat”.
QS. Asy Syu’ara: 88-89)

Hati yang selamat adalah hati yang salim, hati yang salim adalah hati yang sehat. Hati yang sehat adalah hati yang bebas dari penyakit-penyakit hati. Hati yang bebas dari penyakit hati adalah hati yang terbebas dari racun Hati.

Rasululloh Shallallohu’alaihi wasallam bersabda:
ألا وإن فى الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله ، وإذا فسدت فسد الجسد كله ، ألا وهى القلب ))
 رواه البخارى [ رقم : 52 ] ، ومسلم [ رقم : 1599 ] .
Ingatlah bahwa dalam jasad ada segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya, dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati."
[HR Bukhari no. 52, Muslim no. 1599]

Hati ibarat Raja. Seluruh tubuh adalah pelaksana titah-titahnya. Aktivitasnya tidak dinilai benar jika diniatkan dan dimaksudkan oleh sang hati. Di kemudian hari, hati akan ditanya tentang para prajuritnya. Sebab setiap pemimpin itu bertanggung jawab atas apa-apa yang dipimpinnya.
Maka, pembenaran dan pelurusan hati merupakan perkara yang paling utama untuk diseriusi oleh orang-orang yang menuju Allah Ta’ala.

Hati itu bisa sakit. Tidak hanya jasad kita yang bisa sakit akan tetapi hati kita pun juga bisa sakit. Sakitnya bisa semakin parah dan pemilik hati tersebut  tidak menyadarinya. Bahkan bisa jadi hati telah mati, tanpa disadari pemiliknya.

Pertanda hati itu sakit adalah ia tidak lagi dapat merasakan sakitnya bermaksiat dan betapa menderitanya berada dalam kebodohan tentang kebenaran. Jauhnya seseorang dari ilmu membuat hati semakin sakit.
Ketahuilah, setiap kemaksiatan adalah racun bagi hati. Ia menjadi penyebab sakit dan kehancurannya serta menambah parah penyakitnya. Kemaksiatan mengakibatkan hati berpaling dari Allah Ta’ala.

Abdullah bin Mubarak berkata:
رَأَيْتُ الذُّنُوْبَ تُمِيْتُ القَلْبَ
وَقَدْ يُوْرِثُ الذُّلَّ إِدْمَانُهَا
وَتَرْكُ الذُّنُوْبِ حَيَاةُ القَلْبِ
وَخَيْرٌ لِنَفْسِكَ عِصْيَانُهَا
Kulihat dosa-dosa itu mematikan hati,
Membiasakannya mengakibatkan kehinaan,
Meninggalkannya adalah kehidupan bagi hati,
Selalu menjahuinya adalah yang terbaik bagi kamu.

Setelah kita mengetahui dan sadar, bahwasanya hati yang ada pada diri kita bisa sakit. Tentu masing-masing dari kita menginginkan keselamatan dan kehidupan bagi hati.

Lalu apa yang bisa kita perbuat supaya hati kita selamat dari hati yang sakit?

Saudaraku, ketika kita menginginkan hati yang sehat yang jauh dari segala bentuk penyakit hati. Maka segeralah kita mengambil langkah yang dapat mengantarkan kita kepada hati yang hidup dan selamat dari penyakit. Salah satu langkah yang dapat kita jalankan adalah hendaknya kita membersihkan hati dari pengaruh racun-racun hati dan menjaganya jangan sampai adal racun lain yang mengotorinya.

Racun Hati,,?? Mungkin timbul pertanyaan dalam benak kita apa itu racun hati?

Berikut ini macam-macam racun hati yang paling banyak tersebar dan paling berbahaya bagi kehidupan hati.

BANYAK BICARA

Ucapan yang keluar dari lisan kita akan menyebabkan dua hal. Ibarat sabuah pisau yang bermata dua, ia bisa membawa manfaat atau membawa musibah yang akan membinasakan pemiliknya. Begitu pula lisan kita dalam berbicara. Ucapan yang buruk akan menjadi ancaman baginya, selain itu akan menjadi racun bagi hati. Namun apabila seseorang mampu menjaga lisannya dari pembicaraan yang buruk, senantiasa menggunakan lisannya untuk kebaikan maka kehidupan bagi hatinya dan keselamatan baginya.
Rasululloh Shallallohu’alaihi wasallam bersabda:
مَنْ يَتَكَفَّلُ لِيْ مَا بَيْنَ لِحْيَيْهِ وَفَخِذَيْهِ أَتَكَفَّلُ لَهُ الجَنَّةَ
“Barangsiapa yang memberi jaminan untuk menjaga apa yang ada di antara dua jenggotnya (mulut) dan dua pahanya(kemaluan) aku jamin baginya surga”. (HR. Bukhary dari Sahl bin Sa’ad)
عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ كَلَامِ ابْنِ آدَمَ عَلَيْهِ لَا لَهُ إِلَّا أَمْرٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ نَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ أَوْ ذِكْرُ اللَّهِ.
(وَفِي بَعْضِ النُّسَخِ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَأَخْرَجَهُ اِبْنُ مَاجَهْ وَالْحَاكِمُ وَالْبَيْهَقِيُّ فِي شُعَبِ الْإِيمَانِ)
“Dari shofiyyah binti syaibah dari ummu habibah istri Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi Shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: seluruh pembicaraan anak Adam itu menjadi ancaman baginya selain amar ma’ruf, nahyi munkar, dzikrulloh.
(Lihat تحفة الأحوذي )

Abdullah ibnu Mas’ud berkata : “Wahai lisan ucapkanlah yang baik-baik niscaya kamu akan beruntung, berhentilah dari mengucapkan yang buruk-buruk, niscaya kamu akan selamat sebelum menyesal”.

Hasan Al Bashri berkata : “orang yang tidak menjaga lisannya, dianggap tidak memahami dien (agama) nya”.

Ghibah (membicarakan saudara), namimah (adu domba), kata-kata yang batil keji dan kotor, nyanyian, kedustaan, penghinaan, mengolok-olok, dan masih banyak lagi contoh lainnya dari perkataan-perkataan yang dapat mengundang bencana bagi lisan seseorang yang seterusnya akan membawa pada hati yang rusak, hilangnya ketenangan dan kebahagiaan.
Wallohul Musta’an.

BANYAK MAKAN

 Sedikit makan akan melembutkan hati. Menguatkan daya pikir, dan melemahkan hawa nafsu dan sifat marah. Sedangkan banyak makan akan mengakibatkan kebalikannya.

Berlebihan dalam makan mengakibatkan banyak hal buruk. Ia akan menggerakkan anggota badan untuk melakukan berbagai macam kemaksiatan serta menjadikan malas untuk berbuat ketaatan. Berapa banyak kemaksiatan yang bermula dari keadaan kenyang dan berlebihan dalam makan. Setan lebih terampil memperdaya manusia ketika perutnya dipenuhi dengan makanan. Oleh karenanya, “persempitlah jalan setan dengan puasa!”

Ibrahim bin Adham berkata : “ barangsiapa memelihara perutnya akan terpelihara dirinya. Barangsiapa yang mampu menguasai rasa laparnya akan memiliki akhlaq yang baik. Sesungguhnya kemaksiatan kepada Allah Ta’ala itu jauh dari orang-orang yang lapar dan dekat dengan orang yang kenyang”.

BERLEBIHAN DALAM BERGAUL

Berlebihan dalam bergaul adalah penyakit yang mengakibatkan banyak keburukan. Bahkan apabila kita tidak pandai dalam bergaul akan terjerumus kedalam lembah kebinasaan.

Dalam bergaul, hendaknya kita benar-benar jitu dalam memilih teman. Dari sini hendaknya kita mengklasifikasikan menusia menjadi empat.

1.      Kelompok yang bergaul dengan mereka seperti mengkonsumsi makanan yang bergizi.
Mereka adalah para ulama, ahli ma’rifatullah, memahami perintah-perintahNya, mengerti tipu daya musuh-musuhNya, dan memiliki ilmu tentang penyakit-penyakit hati beserta obatnya. Meraka adalah orang-orang yang setia kepada Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya. Bergaul dengan mereka adalah keuntungan yang nyata.
2.      Kelompok yang bergaul dengan mereka seperti mengkonsumsi obat. Selama kita sehat, kita tidak memerlukannya. Namun, dikala kita sakit kita membutuhkannya. Mereka adalah orang-orang profesional dalam urusan muamalat, bisnis, dan sebagainya.
3.      Kelompok yang bergaul dengan mereka berarti mengkonsumsi penyakit.
Mereka adalah orang-orang yang tidak membawa keuntungan dunia maupun akhirat. Contohnya bergaul dengan orang yang suka berkata yang tidak baik.

4.      Kelompok yang bergaul dengan mereka mendapatkan kebinasaan total.
Mereka ibarat  racun. Mereka adalah ahli bid’ah, ahli kesesatan, penghalang sunnah Nabi. Bergaul dengan mereka akan membuat hati menjadi sakit, membutakan hati bahkan hati akan mati.
Semoga Allah memberikan rahmatNya dan kesehatan Hati kepada kita semua.

BANYAK MEMANDANG

Membiarkan mata memandang secara bebas berarti telah memasukkan penyakit kedalam hati. Melepaskan pandangan secara bebas berarti telah memasukkan kegelapan dalam hati.
Antara mata dan hati ada kaitan yang erat. Bila mata telah rusak maka hati pun ikut rusak.

Kemaksiatan berawal dari pandangan, dari pandangan itulah akan terhubung dalam hati. Kemudian muncullah angan-angan di dalam pikiran sehingga nafsu menyala yang menjadikan diri seseorang tergerak untuk berbuat maksiat.

Allah Ta’ala memerintahkan kepada hamba-hambaNya untuk menundukkan pandangan, sebagaiman firman Allah yang artinya:

30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (An-Nur:30)

Ada apa dengan pandangan mata?

Pandangan mata apabila dilepaskan secara bebas, memandang sesuatu yang haram akan mengakibatkan bencana, diantaranya :

Pertama, masuknya setan ketika seseorang memandang. Setan akan menjadikan pandangan yang haram seakan-akan indah , menjadikannya bertautan dengan hati. Sehingga menyalalah api syahwat yang mendorong untuk bermaksiat.

Kedua, pandngan menyibukkan hati, menjadikan lupa akan hal yang bermanfaat, lalai dari berdzikir.

Ketiga, Waspadalah ! bahwasanya pandangan itu adalah panah beracun iblis.
Dalam sebuah Hadits dijelaskan yang artinya:

“ pandangan itu adalah panah beracun iblis. Barangsiapa menundukkan pandangannya karena Allah Ta’ala, Dia akan berikan kepadanya kenikmatan dalam hatinya yang akan ia rasakan sampai bertemu dengannya.” (HR. Ath Thabrani VIII/63)

Semoga Allah menjadikan kita memilik hati yang salim, Hati yang selamat dari penyakit dan racun-racun hati.

Wallohu a’lam

Maraji’:
-          Al-Quran Digital
-          Maktabah syamilah versi.2
-          Tazkiyatun Nufus wa tarbiyatuha kama yuqarrirruhu ‘ulama’ as salaf terbitan Pustaka Arafah


SAUDARAKU, JANGAN KAU RACUNI HATIMU 4.5 5 Juli anto Sabtu, 13 Juli 2013 “(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat”. QS. As...


Copyright © Semangat Belajar. All Rights Reserved.Theme by CB Design