NASEHAT 10 : BAHAYA GHIBAH

 on Selasa, 23 Desember 2014  

�� GHIBAH --> KANIBAL
--------------------
Kaum muslimin,
masyarakat Islam merupakan masyarakat yang istimewa.
Diantara keistimewaannya yang terpenting adalah, masyarakat Islam dikenal sebagai masyarakat yang penuh kasih sayang dan dipenuhi dengan cinta. Dibangun atas dasar saling tolong-menolong dan saling menghormati, dengan pondasi rasa saling cinta dan lembut dalam berinteraksi.

Namun, di sana terdapat penyakit berbahaya yang tersebar di masyarakat. Sedikit sekali majelis- majelis yang bisa selamat darinya, kecuali orang-orang yang Allah jaga dan lindungi dengan naungan-Nya.

Penyakit itu adalah menggunjing (ghibah ).

Banyak orang yang menyepelekannya pada masa sekarang. Bahkan, perkara ghibah ini telah dikemas sedemikian rupa dalam berbagai acara TV yang menarik, dengan beragam istilah yang dipakai.

✨Definisi Ghibah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ,
beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Tahukah kalian apa itu ghibah? ”
Para shahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.”
Rasulullah lalu berkata, “ Memperbincangkan tentang saudaramu dengan apa yang ia benci.”
Kemudian ada yang berkata, “Apa menurutmu apabila perkataanku terntang saudaraku itu benar?” Rasulullah menjawab, “ Apabila perkataanmu tentang saudaramu benar, maka berarti engkau telah mengghibahinya (menggunjingnya), dan jika perkataanmu tidak sesuai dengan yang sebenarnya, maka engkau telah melakukan kebohongan terhadapnya.” (HR. Muslim)

��Kesimpulan bahwa ghibah atau menggunjing adalah membicarakan sesuatu tentang orang lain yang ada pada dirinya, yang apabila dia mendengar hal tersebut maka ia akan membenci perkataan tersebut.

✋Larangan Ghibah

Allah Ta’ala telah menyebutkan secara tegas larangan ghibah dalam Al Qur’an dalam firman- Nya (yang artinya), “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya.” (QS. Al Hujurat : 12)

Renungkanlah bahasa yang Allah gunakan dalam ayat ini. Sebuah larangan yang diiringi dengan perumpamaan, sehingga membuat permasalahan ini bertambah besar dan perbuatannya menjadi sangat buruk :
“ Sukakah salah seorang diantara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. ”
Memakan daging manusia merupakan perbuatan yang sangat menjijikkan bagi setiap watak dan tabiat, meskipun orang kafir.
Kemudian, bagaimana ketika yang dimakan adalah saudara seagama?!
Tentu rasa kejijikan akan semakin besar. Bahkan, bagaimana lagi jika yang dimakan itu adalah bangkai yang sudah mati?!

Imam AlQurthubi menyebutkan bahwa ghibah itu termasuk dosa besar, sebanding dengan dosa pembunuhan, riba, zina, dan dosa- dosa besar yang lain.

Hasan Al Bashri berkata, “Demi Allah, menggunjing lebih cepat merusak agama seorang mukmin melebihi dari penyakit yang menggerogoti tubuhnya.”

Qatadah berkata, “Disebutkan kepada kita bahwa siksa kubur itu terdiri dari tiga perkara : sepertiga dari ghibah , sepertiga dari kencing (tanpa besuci), dan sepertiga dari namimah (mengadu domba)”.

Hukuman Bagi Pelaku Ghibah

Allah mengancam hukuman yang berat bagi orang yang suka ber- ghibah .

Rasulullah bersabda, “ Wahai orang-orang yang beriman hanya dengan lisannya dan tidak sampai ke hatinya! Janganlah menggunjing kaum muslimin dan jangan mencari-cari kejelekan mereka. Barangsiapa yang mencari- cari kejelekan mereka, Allah akan mencari-cari kejelekannya. Dan barangsiapa yang Allah cari kejelekannya, maka Allah akan membuka kejelekannya di rumahnya sendiri. ” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Sementara hukuman akhirat yang dipersiapkan bagi orang yang suka menggunjing adalah sebagaimana yang disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Anas radhiyallahu ‘anhu ,
“ Ketika aku mi’raj, aku melewati kaum yang memiliki kuku dari tembaga, yang mencakar dan melukai wajah dan dada mereka. Aku bertanya, “Siapa mereka itu ya Jibril?”. Jibril menjawab, “Mereka adalah orang yang memakan daging manusia dan menodai kehormatan mereka (menggunjing). ” (HR. Abu Dawud)

Anjuran Untuk Menjaga Lisan

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka katakanlah perkataan yang baik atau diam ”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Musa AlAsy’ari, ia berkata, “Ya Rasulullah, orang muslim mana yang paling utama?”. Beliau menjawab, “ Orang yang orang muslim lain selamat dari lisan dan tangannya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kemudian hadits dari Sahl bin Sa’ad, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Barangsiapa yang menjaga apa yang ada antara kedua jenggotnya (mulut) dan kedua kakinya (kemaluan), maka aku menjamin baginya surga .” (HR. Bukhari dan Muslim)
--_-----------

Demikian, begitulah ghibah. Semoga kita semua dijauhkan dari ghibah.
_------------
Maraji':
Ringkasan Buletin Tauhid

NASEHAT 10 : BAHAYA GHIBAH 4.5 5 Juli anto Selasa, 23 Desember 2014 💀 GHIBAH --> KANIBAL -------------------- Kaum muslimin, masyarakat Islam merupakan masyarakat yang istimewa. Diantara keistimew...


Copyright © Semangat Belajar. All Rights Reserved.Theme by CB Design