BAB 5 : AKHLAQ TERCELA

 on Minggu, 23 Juni 2013  

       Anak-anak, pada pelajaran yang lalu kita sudah belajar tentang akhlak terpuji.           Kalian tentu masih ingat macam-macam akhlak terpuji bukan? Ya, pak guru harapkan kalian bisa melakukan akhlak terpuji di rumah dan di mana saja! Sekarang, kita. akan belajar tentang akhlak tercela. Kita mempelajari tentang akhlak tercela supaya kita dapat menghindarinya.
     Akhlak tercela yang akan kita pelajari adalah sikap bodoh, pemarah,kikir dan boros. Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam tidak memiliki akhlak yang tercela. Beliau senantiasa dijaga oleh Alah dari melakukan akhlak yang tercela. Oleh karena itu, sebagai umat beliau kita harus menghindari akhlak tercela tersebut.

 A.  Pengertian Akhlak Tercela
        Setiap muslim harus menghindari akhlak tercela.  Hal ini karena Allah melarang kita melakukannya. Akhlak tercela adalah sikap dan sifat jelek yang dimiliki seseorang. Orang yang memiliki sifat tercela akan diiauhi dan tidak disukai orang lain. Kamu tentu tidak suka apabila mempunyai teman yang memiliki akhlak yang tercela bukan? Misalnya bodoh, pemarah, kikir, dan boros. Akhlak tersebut akan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Baik rugi di dunia maupun rugi di akhirat. Sehingga kalian harus benar-benar menjauhinya.
.
 B.  Bodoh
     Bodoh adalah keadaan seseorang yang tidak mampu memunculkan kepandaiannya. Seorang muslim harus mampu memunculkan  kepandaiannya dengan cara rajin belajar dan berdo’a. Allah menciptakan manusia dengan dibekali akal pikiran. Jadi tergantung kepada kita apakah mau menggunakan akal dan pikiran tersebut secara maksimal atau hanya untuk bermalas-malasan saja.  Anak yang bodoh sebenarnya adalah anak yang tidak mampu memunculkan kepandaiannya. la tidak menggunakan akal dan pikirannya secara maksimal. Dengan kata lain ia tidak  mensyukuri nikmat Allah yang berupa akal dan pikiran. Sebagai contoh misalnya Si Fulan adalah seorang murid kelas kelas.3. Ia seorang anak yang berasal dari  keluarga yang kaya dan semua kebutuhannya tercukupi. Namun ia sering membolos di sekolah, tidak suka belajar, bahkan sering bermain dan jajan sembarangan tanpa memperhatikan kebersihan makanan dan minuman yang ia beli. Akhirnya ketika tes ujian kenaikan kelas Si  Fulan baru sadar dan tidak mampu mengerjakan soal ujian. Ia mandapat surat dari sekolah bahwa ia tidak naik kelas. Apakah kalian ingin seperti Si Fulan? Tentu tidak bukan? Oleh karena itu manfaatkanlah akal dan pikiran kalian agar menjadi anak yang pandai dan sholih. Yaitu dengan cara rajin belajar dan berdoa sehingga kalian berguna bagi masyarakat, negara serta agama.


C. Pemarah
     Pemarah adalah sikap dan sifat yang tidak mampu mengendalikan emosinya. Orang yang pemarah biasanya mudah tersinggung, kemudian tanpa terkendali mengucapkan kata-kata atau melakukan tindakan-tindakan yang tidak baik. Apabila kalian mudah tersinggung, sebaiknya berhati-hati jangan sampai langsung menjadi marah. Sifat pemarah termasuk perbuatan yang dilarang oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam. Namun seseorang diperbolehkan marah jika ada sebab yang diperbolehkan didalam agama islam. Oleh karena itu Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam tidak pernah marah jika beliau dihina atau bahkan disakiti. Namun jika agama lslam yang dihina, maka beliau sangat marah. Sebagai muslim yang baik kita harus mencontoh perilaku beliau. Artinya apabila orang lain menghina atau berbuat sesuatu yang membuat kita tidak senang janganlah cepat-cepat tersinggung dan marah. Karena sesungguhnya marah itu mengeluarkan hawa panas. Panas itu berasal dari api, sedang setan diciptakan oleh Allah dari api. Jadi orang yang sedang marah itu telah tergoda setan yang ingin menguasai diri kita. Sifat pemarah dilarang oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam. Dalam haditsnya dikatakan:

Artinya:
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwasannya seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam,"Berilah aku nasihat wahai Rasulullah". Kemudian Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:”Janganlah engkau (mudah) marah". Lalu diulangi beberapa kali. Beliau tetap bersabda, "Janganlah engkau (mudah) marah." (HR. Bukhari no. 5651). 
      Ada beberapa cara yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam untuk menghindari rasa marah. Antara lain:
1. Membaca ta’awudz (a’udzuu billaahi minasy syaithaanir rajiim), yang artinya “Aku
    berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”.
2. Mengumandangkan adzan dan iqomat, karena setan akan lari ketika mendengar adzan           dan iqomat.
3. Mengubah posisi tubuh. Misalnya ketika marah dalam posisi berdiri, maka
     segeralah duduk. Namun ketika duduk rasa marah belum juga reda, segeralah berbaring.
4. Segera berwudhu. Karena marah itu dari setan yang diciptakan oleh Allah dari
    api. Maka jika api terkena air wudhu, maka insyaAllah setan akan pergi dan rasa marah akan hilang.
BAB 5 : AKHLAQ TERCELA 4.5 5 Juli anto Minggu, 23 Juni 2013        Anak-anak, pada pelajaran yang lalu kita sudah belajar tentang akhlak terpuji.           Kalian tentu masih ingat macam-macam akhla...


Copyright © Semangat Belajar. All Rights Reserved.Theme by CB Design